Modifikasi

Feature 2

Feature 3

midads

Total Tayangan Laman

Selasa, 08 Mei 2012

0

Kisah Nabi Hud as Lengkap

Nabi Huud as - Kisah Nabi Hud diceritakan dalam 68 ayat dari 10 surah yang di antaranya adalah Surat Hud, ayat 50 hingga 60, Surat Al Mu'minuun ayat 31 sehingga ayat 41 , Surat Al Ahqaaf ayat 21 sehingga ayat 26 dan Surat Al Haaqqah ayat 6 ,7 dan 8

Kisah Nabi Hud as Lengkap


Nabi Huud as
"Aad" adalah nama bapa suatu suku yang hidup di jazirah Arab di suatu tempat bernama"Al-Ahqaf" terletak di utara Hadramaut atr Yaman dan Umman dan termasuk suku yangtertua sesudak kaum Nabi Nuh serta terkenal dengan kekuatan jasmani dalam bentuk tubuh-tubuh yang besar dan sasa. Mereka dikurniai oleh Allah tanah yang subur dengansumber-sumber airnya yang mengalir dari segala penjuru sehinggakan memudahkanmereka bercucuk tanam untuk bhn makanan mrk. dan memperindah tempat tinggalmereka dengan kebun-kebun bunga yang indah-indah. Berkat kurnia Tuhan itu mereka

hidup menjadi makmur, sejahtera dan bahagia serta dalam waktu yang singkat mereka berkembang biak dan menjadi suku yang terbesar diantara suku-suku yang hidup disekelilingnya.Sebagaimana dengan kaum Nabi Nuh kaum Hud ialah suku Aad ini adalah penghidupanrohaninya tidak mengenal Allah Yang Maha Kuasa Pencipta alam semesta. Merekamembuat patung-patung yang diberi nama " Shamud" dan " Alhattar" dan itu yangdisembah sebagai tuhan mereka yang menurut kepercayaan mereka dpt memberikebahagiaan, kebaikan dan keuntungan serta dapat menolak kejahatan, kerugian dansegala musibah. Ajaran dan agama Nabi Idris dan Nabi Nuh sudah tidak berbekas dalamhati, jiwa serta cara hidup mereka sehari-hari. Kenikmatan hidup yang mereka sedangtenggelam di dalamnya berkat tanah yang subur dan menghasilkan yang melimpah ruahmenurut anggapan mereka adalah kurniaan dan pemberian kedua berhala mereka yangmereka sembah. Karenanya mereka tidak putus-putus sujud kepada kedua berhala itumensyukurinya sambil memohon perlindungannya dari segala bahaya dan mushibah berupa penyakit atau kekeringan.Sebagai akibat dan buah dari aqidah yang sesat itu pergaulan hidup mereka menjadidikuasai oleh tuntutan dan pimpinan Iblis, di mana nilai-nilai moral dan akhlak tidak menjadi dasar penimbangan atau kelakuan dan tindak-tanduk seseorang tetapi kebendaandan kekuatan lahiriahlah yang menonjol sehingga timbul kerusuhan dan tindakansewenang-wenang di dalam masyarakat di mana yang kuat menindas yang lemah yang besar memperkosa yang kecil dan yang berkuasa memeras yang di bawahnya. Sifat-sifatsombong, congkak, iri-hati, dengki, hasut dan benci-membenci yang didorong oleh hawanafsu merajalela dan menguasai penghidupan mereka sehingga tidak memberi tempatkepada sifat-sifat belas kasihan, sayang menyayang, jujur, amanat dan rendah hati.Demikianlah gambaran masyarakat suku Aad tatkala Allah mengutuskan Nabi Hudsebagai Nabi dan rasul kepada mereka.

Nabi Hud Berdakwah Di Tengah-tengah Sukunya
Sudah menjadi sunnah Allah sejak diturunkannya Adam Ke bumi bahawa dari masa kesemasa jika hamba-hamba-Nya sudah berada dalam kehidupan yang sesat sudah jauhmenyimpang dari ajaran-ajaran agama yang dibawa oleh Nabi-Nabi-Nya diutuslahseorang Nabi atau Rasul yang bertugas untuk menyegarkan kembali ajaran-ajaran Nabi-Nabi yang sebelumnya mengembalikan masyarakat yang sudah tersesat ke jalanlurus dan benar dan mencuci bersih jiwa manusiadari segala tahayul dan syirik menggantinya danmengisinya dengan iman tauhid dan aqidah yang sesuia dengan fitrah.Demikianlah maka kepada suku Aad yang telah dimabukkan oleh kesejahteraan hidupdan kenikmatan duniawi sehingga tidak mengenalkan Tuhannya yang mengurniakan itusemua. Di utuskan kepada mereka Nabi Hud seorang drp suku mereka sendiri darikeluarga yang terpandang dan berpengaruh terkenal sejak kecilnya dengan kelakuan yang baik budi pekerti yang luhur dan sgt bijaksana dalam pergaulan dengan kawan-kawannya. Nabi Hud memulai dakwahnya dengan menarik perhatian kaumnya suku Aad kepadatanda-tanda wujudnya Allah yang berupa alam sekeliling mereka dan bahawa Allahlah

yang mencipta mereka semua dan mengurniakan mereka dengan segala kenikmatanhidup yang berupa tanah yang subur, air yang mengalir serta tubuh-tubuhan yang tegak dan kuat. Dialah yang seharusnya mereka sembah dan bukan patung-patung yang mereka perbuat sendiri. Mereka sebagai manusia adalah makhluk Tuhan paling mulia yang tidak sepatutnya merendahkan diri sujud menyembah batu-batu yang sewaktunya dpt merekahancurkan sendiri dan memusnahkannya dari pandangan.Di terangkan oleh Nabi Hud bahaw adia adalah pesuruh Allah yang diberi tugas untuk membawa mereka ke jalan yang benar beriman kepada Allah yang menciptakan merekamenghidup dan mematikan mereka memberi rezeki atau mencabutnya drp mereka. Iatidak mengharapkan upah dan menuntut balas jasa atas usahanya memimpin danmenuntut mereka ke jalan yang benar. Ia hanya menjalankan perintah Allah danmemperingatkan mereka bahawa jika mrk tetap menutup telinga dan mata mrk menghadapi ajakan dan dakwahnya mereka akan ditimpa azab dan dibinasakan olehAllah sebagaimana terjadinya atas kaum Nuh yang mati binasa tenggelam dalam air bahakibat kecongkakan dan kesombongan mereka menolak ajaran dan dakwah Nabi Nuhseraya bertahan pada pendirian dan kepercayaan mereka kepada berhala dan patung- patung yang mereka sembah dan puja itu.Bagi kaum Aad seruan dan dakwah Nabi Hud itu merupakan barang yang tidak pernahmrk dengar ataupun menduga. Mereka melihat bahawa ajaran yang dibawa oleh NabiHud itu akan mengubah sama sekali cara hidup mereka dan membongkar peraturan danadat istiadat yang telah mereka kenal dan warisi dari nenek moyang mereka. Merekatercengang dan merasa hairan bahawa seorang dari suku mereka sendiri telah berani berusaha merombak tatacara hidup mereka dan menggantikan agama dan kepercayaanmereka dengan sesuatu yang baru yang mereka tidak kenal dan tidak dpt dimengertikandan diterima oleh akal fikiran mereka. Dengan serta-merta ditolaklah oleh merekadakwah Nabi Hud itu dengan berbagai alasan dan tuduhan kosong terhadap diri beliauserta ejekan-ejekan dan hinaan yang diterimanya dengan kepala dingin dan penuhkesabaran.Berkatalah kaum Aad kepada Nabi Hud:"Wahai Hud! Ajaran dan agama apakah yangengkau hendak anjurkan kepada kami? Engkau ingin agar kami meninggalkan persembahan kami kepada tuhan-tuhan kami yang berkuasa ini dan menyembah tuhanmu yang tidak dpt kami jangkau dengan pancaindera kami dan tuhan yang menurut katakamu tidak bersekutu. Cara persembahan yang kami lakukan ini ialah yang telah kamiwarisi dari nenek moyang kami dan tidak sesekali kami tidak akan meninggalkannya bahkan sebaliknya engkaulah yang seharusnya kembali kepada aturan nenek moyangmudan jgn mencederai kepercayaan dan agama mereka dengan memebawa suatu agama baru yang tidak kenal oleh mereka dan tentu tidak akan direstuinya."Wahai kaumku! jawab Nabi Hud,Sesungguhnya Tuhan yang aku serukan ini kepadakamu untuk menyembah-Nya walaupun kamu tidak dpt menjangkau-Nya dengan pancainderamu namun kamu dpt melihat dam merasakan wujudnya dalam diri kamusendiri sebagai ciptaannya dan dalam alam semesta yang mengelilingimu beberapa langitdengan matahari bulan dan bintang-bintangnya bumi dengan gunung-ganangnya sungai

tumbuh-tumbuhan dan binatang-binatang yang kesemuanya dpt bermanfaat bagi kamusebagai manusia. Dan menjadi kamu dpt menikmati kehidupan yang sejahtera dan bahagia. Tuhan itulah yang harus kamu sembah dan menundukkan kepala kamu kepada- Nya.Tuhan Yang Maha Esa tiada bersekutu tidak beranak dan diperanakan yangwalaupun kamu tidak dpt menjangkau-Nya dengan pancainderamu, Dia dekat drp kamumengetahui segala gerak-geri dan tingkah lakumu mengetahui isi hati mu denyut jantungmu dan jalan fikiranmu. Tuhan itulah yang harus disembah oleh manusia dengankepercayaan penuh kepada Keesaan-Nya dan kekuasaan-Nya dan bukan patung-patungyang kamu perbuat pahat dan ukir dengan tangan kamu sendiri kemudian kamu sembahsebagai tuhan padahal ia suatu barang yang pasif tidak dapat berbuat sesuatu yangmenguntungkan atau merugikan kamu. Alangkah bodohnya dan dangkalnya fikiranmu jika kamu tetap mempertahankan agamamu yang sesat itu dan menolak ajaran dan agamayang telah diwahyukan kepadaku oleh Allah Tuhan Yang Maha Esa itu."

perbuatan salah dan tindakan sesatmu, agar Dia menambah rezekimu dan kemakmuranhidupmu dan terhindarlah kamu dari azab dunia sebagaimana yang telah dialami olehkaum Nuh dan kelak azab di akhirat. Ketahiulah bahawa kamu akan dibangkitkankembali kelak dari kubur kamu dan dimintai bertanggungjawab atas segala perbuatankamu di dunia ini dan diberi ganjaran sesuai dengan amalanmu yang baik dan solehmendpt ganjaran baik dan yang hina dan buruk akan diganjarkan dengan api neraka. Akuhanya menyampaikannya risalah Allah kepada kamu dan dengan ini telah memperingatikamu akan akibat yang akan menimpa kepada dirimu jika kamu tetap mengingkarikebenaran dakwahku."Kaum Aad menjawab: " Kami bertambah yakin dan tidak ragu lagi bahawa engkau telahmendpt kutukan tuhan-tuhan kami sehingga menyebabkan fikiran kamu kacau danakalmu berubah menjadi sinting. Engkau telah mengucapkan kata-kata yang tidak masuk akal bahwa jika kami mengikuti agamamu, akan bertambah rezeki dan kemakmuranhidup kami dan bahawa kami akan dibangkitkan kembali dari kubur kami dan menerimasegala ganjaran atas segala amalan kami.Adakah mungkin kami akan dibangkitkankembali dari kubur kami setelah kami mati dan menjadi tulang-belulang. Dan apakahazab dan seksaan yang engkau selalu menakut-nakuti kami dan mengancamkannyakepada kami? Semua ini kami anggap kosong dan ancaman kosong belaka. Ketahuilah bahwa kami tidak akan menyerah kepadamu dan mengikuti ajaranmu karena bayanganazab dan seksa yang engkau bayang-bayangkannya kepada kami bahkan kami menentangkepadamu datangkanlah apa yang engkau janjikan dan ancamkan itu jika engkau betul- betul benar dalam kata-katamu dan bukan seorang pendusta."Baiklah! jawab Nabi Hud," Jika kamu meragukan kebenaran kata-kataku dan tetap berkeras kepala tidak menghiraukan dakwahku dan meninggalkan persembahanmukepada berhala-berhala itu maka tunggulah saat tibanya pembalasan Tuhan di mana kamutidak akan dpt melepaskan diri dari bencananya. Allah menjadi saksiku bahwa aku telahmenyampaikan risalah-Nya dengan sepenuh tenagaku kepada mu dan akan tetap berusahasepanjang hayat kandung bandaku memberi penerangan dan tuntunan kepada jalan yang baik yang telah digariskan oleh Allah bagi hamba-hamba-Nya."
Pembalasan Allah Atas Kaum Aad
Pembalasan Tuhan terhadap kaum Aad yang kafir dan tetap membangkang itu diturunkandalam dua perinkat.Tahap pertama berupa kekeringan yang melanda ladang-ladang dankebun-kebun mrk, sehingga menimbulkan kecemasan dan kegelisahan, kalau-kalaumereka tidak memperolehi hasil dari ladang-ladang dan kebun-kebunnya seperti biasanya.Dalam keadaan demikian Nabi Hud masih berusaha meyakinkan mereka bahawa kekeringan itu adalah suatu permulaan seksaan dari Allah yang dijanjikan dan bahwa Allah masih lagi memberi kesempatan kepada mereka untuk sedar akan kesesatandan kekafiran mrk dan kembali beriman kepada Allah dengan meninggalkan persembahan mrk yang bathil kemudian bertaubat dan memohon ampun kepada Allahagar segera hujan turun kembali dengan lebatnya dan terhindar mrk dari bahayakelaparan yang mengancam. Akan tetapi mereka tetap belum mahu percaya danmenganggap janji Nabi Hud itu adalah janji kosong belaka. Mereka bahkan pergi

menghadap berhala-berhala mereka memohon perlindungan ari musibah yang merekahadapi.Tentangan mrk terhadap janji Allah yang diwahyukan kepada Nabi Hud segera mendapat jawapan dengan dtgnya pembalasan tahap kedua yang dimulai dengan terlihatnyagumpalan awan dan mega hitam yang tebal di atas mereka yang disambutnya dengansorak-sorai gembira, karena dikiranya bahwa hujan akan segera turun membasahi ladang-ladang dan menyirami kebun-kebun mereka yang sedang mengalami kekeringan.Melihat sikap kaum Aad yang sedang bersuka ria itu berkatalah Nabi Hud dengan nadamengejek: "Mega hitam itu bukanlah mega hitam dan awam rahmat bagi kamu tetapimega yang akan membawa kehancuran kamu sebagai pembalasan Allah yang telah ku janjikan dan kamu ternanti-nanti untuk membuktikan kebenaran kata-kataku yang selalukamu sangkal dan kamu dusta.Sejurus kemudian menjadi kenyataanlah apa yang diramalkan oleh Nabi Hud itu bahawa bukan hujan yang turun dari awan yang tebal itu tetapi angin taufan yang dahsyat dankencang disertai bunyi gemuruh yang mencemaskan yang telah merusakkan bangunan- bangunan rumah dari dasarnya membawa berterbangan semua perabot-perabot dan milik harta benda dan melempar jauh binatang-binatang ternak. Keadaan kaum Aad menjadi panik mereka berlari kesana sini hilir mudik mencari perlindungan .Suami tidak tahu dimana isterinya berada dan ibu juga kehilangan anaknya sedang rumah-rumah menjadisama rata dengan tanah. Bencana angin taufan itu berlangsung selama lapan hari tujuhmalam sehingga sempat menyampuh bersih kaum Aad yang congkak itu danmenamatkan riwayatnya dalam keadaan yang menyedihkan itu untuk menjadi pengajarandan ibrah bagi umat-umat yang akan datang.Adapun Nabi Hud dan para sahabatnya yang beriman telah mendapat perlindungan Allahdari bencana yang menimpa kaumnya yang kacau bilau dan tenang seraya melihatkeadaan kaumnya yang kacau bilau mendengar gemuruhnya angin dan bunyi pohon- pohon dan bangunan-bangunan yang berjatuhan serta teriakan dan tangisan orang yangmeminta tolong dan mohon perlindungan.Setelah keadaan cuaca kembali tenang dan tanah " Al-Ahqaf " sudah menjadi sunyisenyap dari kaum Aad pergilah Nabi Hud meninggalkan tempatnya berhijrah keHadramaut, di mana ia tinggal menghabiskan sisa hidupnya sampai ia wafat dandimakamkan di sana dimana hingga sekarang makamnya yang terletak di atas sebuah bukit di suatu tempat lebih kurang 50 km dari kota Siwun dikunjungi para penziarah yangdatang beramai-ramai dari sekitar daerah itu, terutamanya dan bulan Syaaban pada setiaptahun.
Kisah Nabi Hud Dalam Al-Quran
Kisah Nabi Hud diceritakan oleh 68 ayat dalam 10 surah di antaranya surah Hud, ayat 50hingga 60 , surah " Al-Mukminun " ayat 31 sehingga ayat 41 , surah " Al-Ahqaaf " ayat21 sehingga ayat 26 dan surah " Al-Haaqqah " ayat 6 ,7 dan 8.
Pengajaran Dari Kisah Nabi Hud A.S.

Nabi Hud telah memberi contoh dan sistem yang baik yang patut ditiru dan diikuti oleh juru dakwah dan ahli penerangan agama.Beliau menghadapi kaumnya yang sombong dankeras kepala itu dengan penuh kesabaran, ketabahan dan kelapangan dada. Ia tidak sesekali membalas ejekan dan kata-kata kasar mereka dengan serupa tetapi menolaknyadengan kata-kata yang halus yang menunjukkan bahawa beliau dapat menguasaiemosinya dan tidak sampai kehilangan akal atau kesabaran. Nabi Hud tidak marah dan tidak gusar ketika kaumnya mengejek dengan menuduhnyatelah menjadi gila dan sinting. Ia dengan lemah lembut menolak tuduhan dan ejekan itudengan hanya mengata:"Aku tidak gila dan bahawa tuhan-tuhanmu yang kamu sembahtidak dapat menggangguku atau mengganggu fikiranku sedikit pun tetapi aku ini adalahrasul pesuruh Allah kepadamu dan betul-betul aku adalah seorang penasihat yang jujur bagimu menghendaki kebaikanmu dan kesejahteraan hidupmu dan agar kamu terhindar dan selamat dari azab dan seksaan Allah di dunia mahupun di akhirat."Dalam berdialog dengan kaumnya.Nabi Hud selalu berusaha mengetok hati nuranimereka dan mengajak mereka berfikir secara rasional, menggunakan akal dan fikiranyang sihat dengan memberikan bukti-bukti yang dapat diterima oleh akal mereka tentangkebenaran dakwahnya dan kesesatan jalan mereka namun hidayah iu adalah dari Allah,Dia akan memberinya kepada siapa yang Dia kehendakinya

http://www.youshie.com/2012/05/kisah-nabi-hud-as-lengkap.html

Penulis : Youshie Solo
Judul : Kisah Nabi Hud as Lengkap
Tags:

0 komentar:

Poskan Komentar